jam sponsbob :D

Minggu, 31 Juli 2011

Silahkan bilang aku PSYCHO!!

Sudah beberapa hari ini aku memikirkan bagaimana caranya seorang ayah yang sudah hidup bertahun22 dengan anak istrinya pergi meninggalkan selama 5 tahun hanya demi seoranh perempuan yang apakah sudah dikenal lebih lama bahkan sebelum bertemu istrinya? Aku hanya menebak, dia waktu itu mungkin sedang terhipnotis kecantikan luar dari perempuan itu. Padahal dia dulunya adalah calom pastur. Tapi yasudahlah, itu urusan orangtua, kita sebagai anaknya hanya bisa apa? Hanya bisa mengikuti apa keputusan mereka.
Siapakah dia? Dia adalah ayahku.....
Aku ingat peristiwa siang itu. Tentunya tidak pantas kalau aku bercerita di situs umum seperti ini. Aku selalu ingat yang dia katakan sebelum dia pergi dan tidak kembali ke rumah ini, dia berkata kepadaku dan kakakku "Jaga diri baik2 ya" Waktu itu aku mungkin masih terlalu kecil untuk mengerti apa maksud kata2 itu. Aku hanya diam, dan malamnya aku bercerita kepada ibuku. Mungkin ibu sudah tau apa masalahnya, makanya dia diam saja.
Tetapi lambat laun usiaku tumbuh menjadi dewasa, hingga sekarang 18 tahun. Banyak sekali peristiwa penting yang aku hadapi tanpa kehadiran ayahku. Waktu aku lulus SMP, semua orangtua/Wali murid diundang hadir, aku berharap kedua orang yang membesarkanku hadir. Aku sempat sedih saat acara dimulai tapi hanya ibuku saja yang hadir di bangku paling depan. Aku dipanggil maju karena mendapatkan juara 3 nilai tertinggi di sekolah. Memang sedihku berkurang, tapi hanya 5% saja aku merasakan bahagia. Senyumku disana senyum palsu. Ayahku hanya mengirimkan sms selamat kepadaku. Kemudian aku mendaftar sma negeri di jakarta. Ayahku berjanji, jika aku tetap sekolah di jakarta, dia akan pulang. Aku diterima di SMAN 13 Jakut. Aku menagih janjinya. Tapi dia selalu berkata "NANTI" Aku memutuskan untuk bersekolah di SMA Kristen Satya Wacana Salatiga. Aku tinggal di salatiga selama 3 tahun. Dalam waktu 3 tahun itu aku hanya berkomunikasi lewat televon dengan dia. Ketika tiba waktunya aku kelas 3, detik2 menjelang kelulusan, eyang putri meninggal karena sakit selama 35 hari. Ayahku berjanji lagi dia ingin melayat, tapi tidak ditepati (lagi). Sudah berapa banyak janjinya yang tidak pernah ditepatinya. Ada satu lagi, dia berjanji untuk datang di wisuda kelulusan sma. Aku sempat senang karena akhirnya kedua orangtuaku akan menyaksikanku lulus. Dan pastinya aku akan merasa tidak iri kepada teman2ku yang didampingi oleh orangtua mereka masing2. Tapi seperti biasa, ada saja alasannya ayahku tidak hadir saat itu. Aku sangat kecewa :(
Sudah beberapa bulan sejak kelulusan sma aku tinggal kembali di jakarta. Ibuku pernah menanyakan ke aku, kenapa ayah tidak ingin kembali ke rumah ini. Apa ayah malu? Apa ayah takut? Ibuku pernah bilang, dia selalu menerima ayahku kembali di rumah ini. Ibuku berkata sebagai seorang anak, aku seharusnya berusaha agar mereka kembali seperti dulu lagi. Bukannya aku tidak berusaha, aku sudah banyak berusaha, aku sudah berulangkali bertanya pada ayahku. Tapi jawabannya selalu sama.
Akhir2 ini aku sering berpikir, setelah menonton film Surat Kecil Untuk Tuhan, sepertinya akan berhasil untuk menyatukan mereka kembali dengan cara mereka melihat anak yang disayanginya sakit hanya karena ingin melihat mereka berdua menjaganya di rumah sakit di sisa hari anaknya.
Ohya, apa kalian tau? Aku dibilang psycho karena selalu menulis status tentang ayah dan ibuku. Aku selalu menulis bahwa aku sedang berbahagis bersama ayah ibuku. Sedang berlibur kembali bersama mereka. Tentunya banyak orang yang menanyakan apakah ayahku sudah kembali lagi. Aku hanya berkata iya.
Jika cara itu belum berhasil, mungkin aku akan mencoba berbagai hal yang bisa membuat aku merasakan seperti anak yang ada di film itu, meskipun akhirnya aku harus meninggalkan mereka semua nantinya. Toh di rumah itu nantinya ada pengganti aku, ada Latisya sebagai anak ketiga mereka. Dengan begitu, keluargaku akan menjadi seperti dulu lagi. Sepasang orangtua dan 2 anaknya yang cantik. Bapak Antonius Wuisan & Ibu Rini Purwandari beserta anaknya yang sangat cantik Felisitas Primarti Inocentia & Benedicta Latisya Zhievha.
Maaf untuk ide gila ini, tetapi aku sangat ingin sekali melihat mereka kembali lagi seperti dulu. Aku tau mereka masih sangat mencintai satu sama lain. Mereka orangtua yang sangat hebat. Aku bangga mempunyai mereka.
Aku selalu menyayangi mereka selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar