jam sponsbob :D

Rabu, 31 Juli 2013

Dia Lebih Bahagia

"Kalau yang seperti itu, tidak usah kamu ceritakan ke aku"

Kata-kata itu beberapa jam yang lalu terucap dari seorang pria yang hampir 4 tahun mempunyai status pacar. Kata-kata itu ada karena aku menceritakan tentang temanku (pria) yang berada di luar negeri yang sudah seminggu ini menjadi contact di bbm. Aku bercerita bahwa aku bercanda untuk meminta oleh-oleh darinya. Aku bercerita saat mengisi waktu luang menunggu antrian mengisi bbm di salah satu spbu di daerah dekat rumah kami setelah kami usai menonton salah satu film salah satu mall di daerah Jakarta Utara. Harapanku ketika aku bercerita hal sepele seperti itu hanyalah dia menanggapinya dengan positif, bukan dengan ketus seperti itu. Memang dia saat ini menjadi lebih dingin sejak aku kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan studi di daerah Jawa Tengah. Dia berkata bahwa aku egois. Hanya karena aku tidak pernah memperlihatkan handphoneku ke dia sedangkan aku selalu ingin tahu apa yang ada di handphonenya. Oke, itu masalah lain.
Berdasarkan dari kata-kata yang diberikan darinya malam ini, sepanjang jalan aku memikirkan seorang teman. Sebelumnya, pernahkah kalian menonton film Rectoverso? Ada satu cerita yang aku sukai yang mempunyai arti yang sama di post ini. Cerita yang disutradarai oleh Happy Salma yang berjudul "Hanya Isyarat". Dalam cerita tersebut, ada lima anak muda backpackers yang didekatkan dari sebuah milis dunia maya. Mereka adalah Tano, Dali, Bayu, Raga dan Al. Al adalah wanita yang pendiam, penuh lamunan dan bersikap menjaga jarak. Beda dengan keempat lainnya yang begitu akrab meski hanya dipersatukan dari sebuah forum milis. Suatu malam, mereka mengadakan lomba bercerita kisah sedih yang mereka punya. Al memenangkan lomba tersebut dengan bercerita perbandingan dirinya yang sedih dan temannya yang bahagia. Dia menceritakan bahwa dia mempunyai seorang teman yang dari kecil hidupnya kekurangan. Dari kecil, ia hanya tahu yang disebut "ayam" adalah merupakan "punggung ayam"nya saja karena ia menikmati yang ia sanggup miliki sejak kecil. Sedangkan Al, Al mempunyai perasaan yang bahagia ketika ia hanya sanggup melihat punggung dan mata dari seorang Raga dan ketika Al sudah mengenal Raga, mendengar suaranya, melihat warna matanya, Al merasa sedih karena ia tidak mungkin memiliki Raga karena rahasia yang tersimpan dalam diri Raga setelah Raga menceritakan kisah sedihnya.
Ceritaku...
Aku mempunyai seorang teman yang dekat. Dia pernah bercerita bahwa dia mempunyai seorang mantan kekasih yang sangat ia tidak bisa lupakan. Mantannya memberikan banyak kenangan yang indah yang ia tidak bisa dapatkan dari seseorang yang sedang menjalin hubungan baru dengannya. Nama mantannya masih terdapat dalam contact list salah satu aplikasi chatting yang dia miliki. Namun, dia menyadari bahwa namanya sudah berada dalam blocked list mantannya. Dia tidak perduli akan hal itu. Dia bercerita kepadaku, dia cukup bahagia dengan selalu bercerita segala hal dalam kotak chattingnya yang ditujukkan untuk mantannya. Dia tidak memikirkan apakah pria itu membaca ceritanya atau tidak. Yang dia tahu, dia sedang bercerita kepada seseorang yang dulu selalu mendengarkan ceritanya dan memberikan solusi yang memberikan ketenangan pada hatinya. Sedangkan aku, aku mempunyai seseorang yang sudah hampir 4 tahun dekat tetapi jarang sekali dia mau mendengarkan ceritaku. Aku harus memilah-milah mana yang bisa aku ceritakan dan mana yang tidak bisa aku ceritakan. Padahal kamu tahu? Hei, aku ingin berbagi semua hal untukmu. Kadang, aku pikir, temanku lebih bahagia dibanding aku dalam hal mencurahkan semua cerita yang dia miliki.
Menurut kalian bagaimana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar